Kabupaten Gunungkidul yang sebagian besar penduduknya adalah bermata
pencahariaan sebagai petani dan wiraswasta, terdapat juga sekelompok
masyarakat yang mempunyai keahlian membatik turun temurun dari para
orang tua dulu yaitu masyarakat Desa Tancep , Kecamatan Ngawen,
Kabupaten Gunungkidul dan hasil karyanya pun tidak kalah saing dengan
batik batik tersohor lain seperti dari Solo dan Pekalongan.
Batik Tulis Tancep mempunyai pangsa pasar khusus dan mampu bersaing
dengan batik dari luar daerah, ini disebabkan karena Batik Tulis Tancep
mempunyai keunikan tersendiri bagi para pecinta batik yaitu pewarna
batik yang berasal dari bahan alami dan ramah lingkungan. Bahan pewarna
yang dipakai terdapat di lingkungan sendiri seperti akasia,daun mahoni, tunjung dan masih banyak bahan pewarna alami yang dipakai.
Peminat Batik Tulis Tancep dari luar Gunungkidul,terutama kalangan menengah keatas menyukai warna alami yang hasilnya lebih soft,sedangkan masyarakat Gunungkidul lebih suka warna dengan corak yang meriah dan cerah. Harganya cukup terjangkau untuk cap kombinasi tulis kisaran Rp. 90.000 – Rp. 120.000 sedangkan murni tulis kisaran Rp. 200 ribu – Rp. 2 juta
Peminat Batik Tulis Tancep dari luar Gunungkidul,terutama kalangan menengah keatas menyukai warna alami yang hasilnya lebih soft,sedangkan masyarakat Gunungkidul lebih suka warna dengan corak yang meriah dan cerah. Harganya cukup terjangkau untuk cap kombinasi tulis kisaran Rp. 90.000 – Rp. 120.000 sedangkan murni tulis kisaran Rp. 200 ribu – Rp. 2 juta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar