Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 September 2017

Batu Ornamen

     Kerajinan ukir batu alam, batu paras Jogja, batu paras putih berkualitas yang beralamat di dusun Wukirsari, Wonosari, Gunung Kidul Jogja. Kami menerima pesanan dan menjual aneka produk hasil kerajinan batu alam dengan kulitas dan harga terbaik.

   Selain material kayu, bebatuan alam juga dapat menampilkan kesan alami dan natural pada suatu hunian. Jenis batu yang biasa digunakan sebagai ornamen, diantaranya marmer, koral, batu kali, andesit, batu candi, dan masih banyak lagi. Jenis bebatuan itu pun memiliki tekstur, kegunaan, dan kecocokan yang berbeda-beda untuk menghiasi rumah. 

   Anda berbagai macam kerajinan ukir batu alam yang kami hasilkan diantaranya : ornamen batu alam, lampu taman batu alam, pot batu alam, kaligrafi, dan patung batu alam yang mencangkup semua jenis motif ukuran. Harganya mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 2.000.000 tergantung ukuran. Silahkan dibeli untuk mepercantik rumah anda !

Kerajinan Perak

     Kerajinan perak Gunung Kidul menjadi salah satu mata pencaharian yang beromset tinggi. Yang mana bisa dipasarkan keluar kota, luar pulau, bahkan luar negeri.Masyarakat sering mendengar dan juga sering mengucapkan kata ini “ Perak Bakar ”. Jenis kerajinan perak ini berwarna hitam seperti bekas dibakar sehingga banyak orang menyebutnya perak bakar. Ini adalah salah kaprah yang ada di masyarakat kita. Bahkan orang asing pun  (orang Belanda) sering menyebutnya “ Gebrant Zilver ”, yang artinya juga perak bakar. Sebenarnya perak yang hitam itu bukan karena proses pembakaran melainkan sengaja dibuat hitam dengan campuran bahan kimia tertentu.

     Seni kerajinan perak adalah salah satu bentuk ketrampilan yang cukup dihargai. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa pusat kerajinan perak. Di Jawa ada di Kotagede (Yogyakarta), Bangil (Jawa Timur), Celuk di Bali, Sumatra di Padang, Sulawesi di Kendari dan lain-lain. Sentra sentra industri perak tersebut terus berkembang dan mengalami pemekaran. Sebagai contoh di Wonosari (DIY) sekarang banyak pengrajin perak yang dulunya belajar di Kotagede sekarang sudah mendirikan usaha sendiri di tempat mereka. Para pengrajin ini terus berkembang dan semakin maju dalam pemasaran maupun kualitas produksinya.

     Kerajinan yang dihasilkan yaknimulai dari kalung, cincin, giwang, dan gelang serta berbagai jenis miniatur. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 2.000.000 . Maka jangan ragu untuk memilikinya sebagai koleksi

Kerajinan Bambu

     Kerajian bambu yang digeluti masyarakat desa Semin, dusun Kepek, Mandesan Gunung Kidul ini cukup banyak variasinya. Mulai dari aneka seruling, klontong, hingga mainan gangsing. 

 
 

Jika selama ini masyarakat luas hanya memanfaatkan batang bambu sebagai bahan bangunan rumah, kini bambu bisa disulap menjadi aneka kerajinan cantik dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Misalnya saja seperti aneka peralatan rumah tangga dari mulai alat makan, tambir, tempat tisu, tempat buah, lampu hias, pigura, serta beberapa hiasan ruangan lainnya.

Meskipun awalnya kerajinan bambu hanya diminati masyarakat di daerah pelosok, namun seiring dengan maraknya isu global warming di lingkungan masyarakat dunia, kini banyak orang yang tertarik menggunakan produk-produk ramah lingkungan untuk kehidupan sehari-hari mereka. 
Sehingga tidak heran bila permintaan pasar kerajinan bambu kini semakin melonjak bahkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja, tetapi juga sampai tembus pasar mancanegara.


    Untuk harga erajian bambu itu sendiri pun berbeda-bed tergantung jenis dan ukurannya. Biasanya dibandrol sekitar harga Rp 20.000 sampai Rp 200.000 per pcs. Jika berkunjung ke Gunung Kidul jangan lupa untuk membeli ya.. bisa dibuat oleh-oleh, karena yang berbentuk mainan anak kecilpun juga ada

Jumat, 08 September 2017

Akar Wangi

   Sentra Industri Akar Wangi di Kabupaten Gunungkidul terletak di dusun Kepek desa Semin Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Hampir 90 % masyarakat di Padukuhan Kepek berprofesi sebagai pengrajin akar wangi. Jenis kerajinan akar wangi yang dihasilkan yaitu gantungan kunci, miniatur hewan, boneka, pensil, dan lain - lain. Kalau boneka mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 30.000. Sedangkan gantungan kuncinya saya jual seharga Rp 10.000 per 3 buahnya



   Jenis kerajinan yang diekspor dan paling banyak permintaan yakni tempat undangan yang terbuat dari perpaduan kayu, bambu dan akar wangi, kotak tisu dan boneka dari akar wangi.Untuk kerajinan dari bambu ukuran kecil harganya mulai Rp300 per unit (pieces). Harga kerajinan tergantung dari ukuran, bahan baku dan tingkat kesulitan pembuatan serta keunikan dari kerajinan itu sendiri, ukuran kecil Rp2.500 per unit hingga Rp150 ribu per unit dengan ukuran besar.


   Tiada rotan, akar pun jadi. Di tangan orang-orang yang kreatif, seonggok akar pun bisa dijadikan berbagai macam kerajinan tangan yang unik dan menarik seperti tas. Harga tas mulai Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu tergantung ukuran dan motif.



Selain dijadikan kerajinan tangan, akar bisa dijadikan obat gosok hingga wewangian dan bahan kosmetik. Bahkan menurut penelitian akar ini mempunyai kekuatan hingga seperempat dari kekuatan baja, sehingga akar tumbuhan tersebut berfungsi sebagai penahan erosi di daerah rawan longsor.


Rabu, 06 September 2017

Batik Tancep


     Kabupaten Gunungkidul yang sebagian besar penduduknya adalah bermata pencahariaan sebagai petani dan wiraswasta, terdapat juga sekelompok masyarakat yang mempunyai keahlian membatik turun temurun dari para orang tua dulu yaitu masyarakat Desa Tancep , Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul dan hasil karyanya pun tidak kalah saing dengan batik batik tersohor lain seperti dari Solo dan Pekalongan.

     Batik Tulis Tancep mempunyai pangsa pasar khusus dan mampu bersaing dengan batik dari luar daerah, ini disebabkan karena Batik Tulis Tancep mempunyai keunikan tersendiri bagi para pecinta batik yaitu pewarna batik yang berasal dari bahan alami dan ramah lingkungan. Bahan pewarna yang dipakai terdapat di lingkungan sendiri seperti akasia,daun mahoni, tunjung dan masih banyak bahan pewarna alami yang dipakai.

     Peminat Batik Tulis Tancep dari luar Gunungkidul,terutama kalangan menengah keatas menyukai warna alami yang hasilnya lebih soft,sedangkan masyarakat Gunungkidul lebih suka warna dengan corak yang meriah dan cerah. Harganya cukup terjangkau untuk cap kombinasi tulis kisaran Rp. 90.000 – Rp. 120.000 sedangkan murni tulis kisaran Rp. 200 ribu – Rp. 2 juta